Dinginnya malam yang diiringi oleh rintik-rintik hujan
Yang selalu berfikir dan hatipun terus berkata:
"Mengapa ini harus terjadi?"
Kenapa engkau ada di hatiku?
Yang belum pantas untuk kufikirkan
Hai yang telah merebut hatiku
Menjauhlah..
Jauhlah engkau pergi...
Engkau tak harus ada di hatiku ini
Engkau harus menjauh dan pergi ke belahan dunia sana
Agar aku tak bisa melihat dan mengingatmu...
Engkau yang telah mengisi ruang hatiku
Dalam ruang hatiku paling dalam, aku menginginkanmu
Menjadi milikku...
Tapi...
Aku sadar...
Itu tak mungkin terjadi, karena kita masih jauh untuk itu
Aku sadar dan menjerit, engkau bukan milikku
Aku sadar engkau tidak halal bagiku
Putuskanlah ikatan semu ini
Aku tak ingin kita hina dihadapan-Nya
Aku tak mau menodaimu
Dan aku berharap engkau pun tak menodai hatiku
Jauhlah...
Menjauhlah...
Biarkan aku menghapus namamu dari hatiku
Akan kukeluarkan memori tentang kita
Kebersamaan kita, dan semuanya tentang kita
Dan aku melepaskanmu karena Allah
(Bukannya aku mau mengingat memori lama, tapi mencoba untuk memberitahukan dan sharing kepada teman-teman kalau keputusan untuk putus itu memang SULIT. Diantara teman-teman mungkin tahu kalau aku pernah melakukan aktivitas yang kalian lakukan, yaitu PACARAN. Aku setuju sama teman-teman kalau melupakan itu SULIT.. Sulit banget...
Tapi bisa untuk dilakukan kalau memang punya keinginan. Carilah pasangan hidup, bukan pacar yang hanya mengandalkan CINTA SEMU. Kalau memang tidak mau pisah, ya solusinya adalah MENIKAH. Wahai temanku, ayolah berlomba-lomba dalam kebaikan dan raihlah ridho Illahi)
"Cinta semu itu tak ada yang abadi"
(Suci Rahmadini)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar