Selasa, 26 Oktober 2010

" Menjauhlah Sayang"

2 Juni 2007

Dinginnya malam yang diiringi oleh rintik-rintik hujan

Yang selalu berfikir dan hatipun terus berkata:

"Mengapa ini harus terjadi?"

Kenapa engkau ada di hatiku?

Yang belum pantas untuk kufikirkan



Hai yang telah merebut hatiku

Menjauhlah..

Jauhlah engkau pergi...

Engkau tak harus ada di hatiku ini

Engkau harus menjauh dan pergi ke belahan dunia sana

Agar aku tak bisa melihat dan mengingatmu...



Engkau yang telah mengisi ruang hatiku

Dalam ruang hatiku paling dalam, aku menginginkanmu

Menjadi milikku...



Tapi...

Aku sadar...

Itu tak mungkin terjadi, karena kita masih jauh untuk itu

Aku sadar dan menjerit, engkau bukan milikku

Aku sadar engkau tidak halal bagiku

Putuskanlah ikatan semu ini

Aku tak ingin kita hina dihadapan-Nya

Aku tak mau menodaimu

Dan aku berharap engkau pun tak menodai hatiku



Jauhlah...

Menjauhlah...

Biarkan aku menghapus namamu dari hatiku

Akan kukeluarkan memori tentang kita

Kebersamaan kita, dan semuanya tentang kita

Dan aku melepaskanmu karena Allah



(Bukannya aku mau mengingat memori lama, tapi mencoba untuk memberitahukan dan sharing kepada teman-teman kalau keputusan untuk putus itu memang SULIT. Diantara teman-teman mungkin tahu kalau aku pernah melakukan aktivitas yang kalian lakukan, yaitu PACARAN. Aku setuju sama teman-teman kalau melupakan itu SULIT.. Sulit banget...

Tapi bisa untuk dilakukan kalau memang punya keinginan. Carilah pasangan hidup, bukan pacar yang hanya mengandalkan CINTA SEMU. Kalau memang tidak mau pisah, ya solusinya adalah MENIKAH. Wahai temanku, ayolah berlomba-lomba dalam kebaikan dan raihlah ridho Illahi)

"Cinta semu itu tak ada yang abadi"

(Suci Rahmadini)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar